Cari Artikel di Blog ini

Selamat Datang di Website PA-DKI Plus

Website/Weblog PA-DKI Plus adalah pengembangan dari Milis PA-DKI yang sejak tahun 2000 sudah berdiri dan cukup hot dalam berdiskusi. Website ini dikembangkan dengan tujuan untuk menyediakan sumber-sumber maupun bahan-bahan bacaan yang berguna bagi para Pemuda Advent DKI, maupun penyediaan dokumen-dokumen penting Kepemudaan, termasuk foto-foto kegiatan pemuda.

PA DKI Plus adalah singkatan dari Pemuda Advent DKI Jakarta & Sekitarnya. "Plus" nya sendiri bisa berarti banyak. Yang pertama plus dalam arti usia, website dan milis PA-DKI seperti kita ketahui, tidak terbatas hanya untuk para orang muda, namun juga pada mereka yang berjiwa muda. Plus yang kedua tentunya dari segi geografi. Website dan milis PA-DKI terbuka untuk semua orang muda dan yang berjiwa muda di seluruh dunia, tidak hanya di DKI Jakarta.

Terima kasih banyak atas kunjungan Anda. Pihak moderator dengan senang hati menerima kiriman artikel rohani, sumber-sumber penting bagi Kepemudaan, berita-berita dari jemaat Anda, beserta gambar-gambarnya. Kirim kan saja ke email: admin@jakartaadventist.org, setelah disunting berita atau artikel Anda akan terpublish di Weblog ini.

Satu yang terakhir namun tetap penting, Milis dan Weblog PA-DKI adalah resmi di bawah naungan Direktur Pemuda Advent Konferens DKI Jakarta & Sekitarnya yang sekarang diemban oleh Pdt. Daniel Rampen.

Salam Pemuda,
Moderator

Friday, July 24, 2009

Bersyukurlah

Cerita klasik sederhana tentang kebijakan dan kesuksesan yang luar biasa. Karya ANDRIE WONGSO.

Alkisah, di sebuah kerajaan, sang raja ,memiliki kegemaran berburu. Suatu hari, ditemani penasehat dan pengawalnya raja pergi berburu ke hutan.Karena kurang hati-hati, terjadilah kecelakaan, jari kelingking raja terpotong oleh pisau yang sangat tajam.Raja bersedih dan meminta pendapat dari seorang penasihatnya.Sang penasehat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tapi raja tetap sedih.

Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasehat itu berkata: 'Baginda, FAN SHI GAN JI, apa pun yang terjadi patut disyukuri '.mendengar ucapan penasehatnya itu sang raja langsung marah besar. 'Kurang ajar ! Kena musibah bukan dihibur tapi malah disuruh bersyukur...!' Lalu raja memerintahkan pengawalnya untuk menghukum penasehat tadi dengan hukuman tiga tahun penjara.

Hari terus berganti. Hilangnya jari kelingking ternyata tidak membuat raja menghentikannya berburu. Suatu hari, raja bersama penasehatnya yang baru dan rombongan, berburu ke hutan yang jauh dari istana. Tidak terduga, saat berada di tengah hutan, raja dan penasehatnya tersesat dan terpisah dari rombongan. Tiba-tiba, mereka dihadang oleh orang-orang suku primitif. Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk dijadikan korban persembahan kepada para dewa.

Sebelum dijadikan persembahan kepada para dewa, raja dan penasehatnya dimandikan. Saat giliran raja yang dimandikan, ketehuan kalau salah satu jari kelingkingnya terpotong, yang diartikan sebagai tubuh yang cacat sehingga dianggap tidak layak untuk dijadikan persembahan kepada para dewa. Akhirnya, raja ditendang dan dibebaskan begitu saja oleh orang-orang primitif itu. Dan penasehat barulah yang dijadikan persembahan kepada para dewa.

Dengan susah payah. akhirnya raja berhasil keluar dari hutan dan kembali keistana. Setibanya diistana, raja langsung memerintahkan supaya penasehat yang dulu dijatuhinya hukuman penjara segera dibebaskan. 'Penasehat ku, aku berterimakasih kepada mu. Nasehatmu ternyata benar, apa pun yang terjadi kita patut bersyukur. Karena jari kelingkingku yang terpotong waktu itu, hari ini aku bisa pulang dengan selamat. . . . ' Kemudian, raja menceritakan kisah perburuannya waktu itu secara lengkap.

Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru sipenasehat berlutut sambil berkata: 'Terima kasih baginda.Saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya waktu itu. Karena jika tidak, mungkin sekarang ini, sayalah yang menjadi korban dipersembahkan kepada dewa oleh orang-orang primitif.'

Cerita di atas mengajarkan suatu nilai yang sangat mendasar, yaitu FAN SHI GAN JI apa pun
yang terjadi, selalu bersyukur, saat kita dalam kondisi maju dan sukses, kita patut bersyukur, saat musibah datang pun kita tetap bersyukur. Dalam proses kehidupan ini, memang tidak selalu bisa berjalan mulus seperti yang kita harapkan. Kadang kita di hadapkan pada kenyataan hidup berupa kekhilafan, kegagalan, penipuan,fitnahan, penyakit, musibah, kebakaran, bencana alam, dan lain sebagainya.

Manusia dengan segala kemajuan berpikir, teknologi, dan kemampuan antisipasinya, senantiasa berusaha mengantisipasi adanya potensi-potensi kegagalan, bahaya, atau musibah. Namun kenyataannya, tidak semua aspek bisa kita kuasai. Ada wilayah 'X' yang keberadaan dan keberlangsungannya sama sekali di luar kendali manusia. Inilah wilatah Tuhan Yang Maha kuasa dengan segala misterinya.

Sebagai makhluk berakal budi, wajar kita berusaha menghindarkan segala bentuk marabahaya. Tetapi jika marabahaya datang dan kita tidak lagi mampu untuk mengubahnya, maka kita harus belajar dengan rasa syukur dan jiwa yang besar untuk menerimanya. Dengan demikian beban penderitaan mental akan jauh terasa lebih ringan, kalau tidak, kita akan mengalami penderitaan mental yang berkepanjangan. Sungguh, bisa bersyukur dalam keadaan apapun merupakan kekayaan jiwa.

Maka saya sangat setuju sekali dengan kata bijak yang mengatakan KEBAHAGIAAN DAN KEKAYAAN SEJATI ADA DI RASA BERSYUKUR. . . ....

(Banyak ayat Alkitab yg menguatkannya selamat mencari, membaca, & merenungkan)

Tuesday, July 21, 2009

A Very Interesting Conversation


An Atheist Professor of Philosophy was speaking to his Class on the Problem Science has
with GOD, the ALMIGHTY. He asked one of his New Christian Students to stand and . . .

Professor : You are a Christian, aren't you, son ?
Student : Yes, sir.

Professor : So, you Believe in GOD ?
Student : Absolutely, sir.

Professor : Is GOD Good ?
Student : Sure.

Professor : Is GOD ALL - POWERFUL ?
Student : Yes.

Professor : My Brother died of Cancer even though he Prayed to GOD to Heal him.
Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn't. How is this GOD good then? Hmm?
(Student was silent )

Professor : You can't answer, can you ? Let's start again, Young Fella. Is GOD Good?
Student : Yes.

Professor : Is Satan good ?
Student : No.

Professor : Where does Satan come from ?
Student : From . . . GOD . . .

Professor : That's right. Tell me son, is there evil in this World?
Student : Yes.

Professor : Evil is everywhere, isn't it ? And GOD did make everything. Correct?
Student : Yes.

Professor : So who created evil ?
(Student did not answer)

Professor : Is there Sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the World, don't they?
Student : Yes, sir.

Professor : So, who Created them ?
(Student had no answer)

Professor : Science says you have 5 Senses you use to Identify and Observe the World around you. Tell me, son . . . Have you ever Seen GOD?
Student : No, sir.

Professor : Tell us if you have ever Heard your GOD?
Student : No , sir.

Professor : Have you ever Felt your GOD, Tasted your GOD, Smelt your GOD ? Have you ever had any Sensory Perception of GOD for that matter?
Student : No, sir. I'm afraid I haven't.

Professor : Yet you still Believe in HIM?
Student : Yes.

Professor : According to Empirical, Testable, Demonstrable Protocol, Science says your GOD doesn't exist. What do you say to that, son?
Student : Nothing. I only have my Faith.

Professor : Yes,Faith. And that is the Problem Science has.
Student : Professor, is there such a thing as Heat?

Professor : Yes.
Student : And is there such a thing as Cold?

Professor : Yes.
Student : No, sir. There isn't.

(The Lecture Theatre became very quiet with this turn of events )

Student : Sir, you can have Lots of Heat, even More Heat, Superheat, Mega Heat, White Heat,
a Little Heat or No Heat. But we don't have anything called Cold.
We can hit 458 Degrees below Zero which is No Heat, but we can't go any further after that.
There is no such thing as Cold. Cold is only a Word we use to describe the Absence of Heat.
We cannot Measure Cold. Heat is Energy. Cold is Not the Opposite of Heat, sir, just the
Absence of it.

(There was Pin-Drop Silence in the Lecture Theatre )

Student : What about Darkness, Professor? Is there such a thing as Darkness?
Professor : Yes. What is Night if there isn't Darkness?

Student : You're wrong again, sir. Darkness is the Absence of Something You can have Low Light, Normal Light, Bright Light, Flashing Light . . .
But if you have No Light constantly, you have nothing and its called Darkness, isn't it?
In reality, Darkness isn't.
If it is, were you would be able to make Darkness Darker, wouldn't you?
Professor : So what is the point you are making, Young Man ?

Student : Sir, my point is your Philosophical Premise is flawed.
Professor : Flawed ? Can you explain how?

Student : Sir, you are working on the Premise of Duality.
You argue there is Life and then there is Death, a Good GOD and a Bad GOD.
You are viewing the Concept of GOD as something finite, something we can measure.
Sir, Science can't even explain a Thought.
It uses Electricity and Magnetism, but has never seen, much less fully understood either one.
To view Death as the Opposite of Life is to be ignorant of the fact that
Death cannot exist as a Substantive Thing.
Death is Not the Opposite of Life: just the Absence of it
Now tell me, Professor, do you teach your Students that they evolved from a Monkey?
Professor : If you are referring to the Natural Evolutionary Process, yes, of course, I do.

Student : Have you ever observed Evolution with your own eyes, sir?

(The Professor shook his head with a Smile, beginning to realize where the Argument was going )

Student : Since no one has ever observed the Process of Evolution at work and Cannot even prove that this Process is an On-Going Endeavor, Are you not teaching your Opinion, sir?
Are you not a Scientist but a Preacher?

(The Class was in Uproar )

Student : Is there anyone in the Class who has ever seen the Professor's Brain?

(The Class broke out into Laughter )

Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor's Brain, Felt it, touched or Smelt it? . . .
No one appears to have done so.
So, according to the Established Rules of Empirical, Stable, Demonstrable Protocol, Science says that You have No Brain, sir.
With all due respect, sir, how do we then Trust your Lectures, sir?

(The Room was Silent. The Professor stared at the Student, his face unfathomable)

Professor : I guess you'll have to take them on Faith, son.
Student : That is it sir . . . Exactly !

The Link between Man & GOD is FAITH.
That is all that Keeps Things Alive and Moving.
(Author Unknown)

NB: I believe you have enjoyed the Conversation . . . and if so .. .
You'll probably want your Friends / Colleagues to enjoy the same . . . won't you?
Forward them to Increase their Knowledge . . . or FAITH.


__,_._,___

ARTIKEL: Bagaimana Berkhotbah

BAGAIMANA BERKOTBAH DENGAN PENUH KUASA?

 

Bahan pelajaran asli dari Pdt. Andreas Samudera.  Disadur dan diadaptasi dan diperkembangkan oleh Pdt. Sammy Lee

 

victoryglobalvision@gmail.com

 

Bahan ‘Bagaimana Berkhotbah’ ini dipersiapkan untuk melatih pekerja-pekerja Rumah Doa segala Bangsa agar mereka mampu berkhotbah dengan penuh kuasa.  Disini diberikan syarat-syarat dan kaidah-kaidah yang perlu diketahui dan dijiwai oleh seorang yang ingin menjadi pengkhotbah yang berkuasa.  Bahan ini masih merupakan garis besar saja yang masih perlu diuraikan secara lebih luas dan ditambahi dengan contoh-contoh pendek agar lebih jelas. Namun bagi mereka yang ingin mempergunakannya sebagai bahan latihan bagi pekerja gereja Tuhan, anda dapat mempergunakannya dengan menambahkan inovasi sendiri.

 

Bahan ini dibagikan  dalam 4 bagian yang dibawakan selama 4 sesi, menjadi semacam kursus dengan praktek langsung pada setiap sesinya. Peserta dapat dibagi dalam kelompok-kelompok 4 orang atau sebanyak-banyaknya 6 orang. Pada setiap sesi peserta diberi waktu 10 sampai 15 menit untuk praktek berkhotbah secara bergilir, sementara yang lain mengisi daftar penilaian terhadap pembicara. Hasil penilaian ini diberikan langsung kepada pembicara agar ia tahu apa pendapat orang lain terhadap penyampaiannya.

 

Anda boleh memakai bahan ini dengan bebas, dengan syarat anda mau sekedar memberitahukan kami dengan singkat ke alamat e-mail: victoryglobalvision@gmail.com

 

Juga kami meminta pendapat dan saran anda bila anda telah memakainya, agar kami dapat memperbaiki untuk penggunaan yang lebih baik dikemudian hari.

Artikel Selengkapnya