Alkisah pada suatu saat di sebuah negeri di timur tengah sana. Seorang saudagar yang sangat kaya raya tengah mengadakan perjalanan bersama kafilahnya. Diantara debu dan bebatuan, derik kereta diselingi dengus kudaterdengar bergantian. Sesekali terdengar lecutan cambuk sais di udara.
Tepat di tengah rombongan itu tampaklah pria berjanggut, berkain panjang danbersorban ditemani seorang anak usia belasan tahun. Kedua berpakaian indahmenawan. Dialah Sang Saudagar bersama anak semata wayang nya. Mereka duduk pada sebuah kereta yang mewah berhiaskan kayu gofir dan permata yaspis.
Semerbak harum bau mur tersebar dimana-mana. Sungguh kereta yang mahal.Iring-iringan barang, orang dan hewan yang panjang itu berjalan perlahan,dalam kawalan ketat para pengawal.Rombongan itu bergerak terus hingga padasuatu saat mereka berada di sebuah tanah lapang berpasir. Bebatuan tampak diletakkan teratur di beberapa tempat. Pemandangan ini menarik bagi sang anak sehingga ia merasa perlu untuk bertanya pada ayahnya.
"Bapa, mengapa tampak oleh ku bebatuan dengan teratur tersebar di sekitar daerah ini. Apakah gerangan semua itu ?"."Baik pengamatan mu, anak ku", jawab Ayahnya,"bagi orang biasa itu hanyalah batu, tetapi bagi mereka yang memiliki hikmat, semua itu akan tampak berbeda".
"Apakah yang dilihat oleh kaum cerdik cendikia itu, Bapa ?", tanya anaknya kembali.
"Mereka akan melihat itu sebagai mutiara hikmat yang tersebar, memang hikmat berseru-seru di pinggir jalan, mengundang orang untuk singgah, tetapi sedikit dari kita yang menggubris ajakan itu.".
"Apakah Bapa akan menjelaskan perkara itu pada ku?"
"Tentu buah hatiku", sahut Sang Saudagar sambil mengelus kepala anaknya.
"Dahulu, ketika aku masih belia, hal ini pun menjadi pertanyaan di hati ku.Dan kakek mu, menerangkan perkara yang sama, seperti saat ini akumenjelaskan kepadamu. Pandanglah batu-batu itu dengan seksama. Di balik batu itu ada sebuah kehidupan. Masing-masing batu yang tampak oleh mu sebenarnyasedang menindih sebuah biji pohon ara."
"Tidakkah benih pohon ara itu akan mati karena tertindih batu sebesar itu Bapa ?"
"Tidak anak ku. Sepintas lalu memang batu itu tampak sebagai beban yang akan mematikan benih pohon ara. Tetapi justru batu yang besar itulah yang membuatpohon ara itu sanggup bertahan hidup dan berkembang sebesar yang kau lihatdi tepi jalan kemarin".
"Bilakah hal itu terjadi Bapa ?"
"Batu yang besar itu sengaja diletakkan oleh penanamnya menindih benih pohon ara. Mereka melakukan itu sehingga benih itu tersembunyi terhadap hembusanangin dan dari mata segala hewan. Sampai beberapa waktu kemudian benih itu akan berakar, semakin banyak dan semakin kuat. Walau tidak tampak kehidupan di atas permukaannya, tetapi dibawah, akarnya terus menjalar. Setelah dirasacukup barulah tunas nya akan muncul perlahan. Pohon ara itu akan tumbuhsemakin besar dan kuat hingga akhirnya akan sanggup menggulingkan batu yangmenindihnya. Demikianlah pohon ara itu hidup. Dan hampir di setiap pohon ara akan kau temui, sebuah batu, seolah menjadi peringatan bahwa batu yang pernah menindih benih pohon ara itu tidak akan membinasakannya. Selanjutnya benih itu menjadi pohon besar yang mampu menaungi segala mahluk yangberlindung dari terik matahari yang membakar."
"Apakah itu semua tentang kehidupan ini Bapa ?", tanya anaknya.
Sang Saudagar menatap anaknya lekat-lekat sambil tersenyum, kemudian meneruskan penjelasannya.
"Benar anak ku. Jika suatu saat engkau di dalam masa-masa hidupmu, merasakan terhimpit suatu beban yang sangat berat ingatlah pelajaran tentang batu dan pohon ara itu. Segala kesulitan yang menindihmu, sebenarnya merupakan sebuah kesempatan bagi mu untuk berakar, semakin kuat, bertumbuh dan akhirnya tampil sebagai pemenang. Camkanlah, belum ada hingga saat ini benih pohon ara yang tertindih mati oleh bebatuan itu. Jadi jika benih pohon ara yang demikian kecil saja diberikan kekuatan oleh Sang Khalik untuk dapat menyingkirkan batu di atasnya, bagaimana dengan kita ini.
Dzat Yang Maha Perkasa itu bahkan sudah menanamkan keilahian-Nya pada diri-diri kita. Dan menjadikan kita, manusia ini jauh melebihi segala mahluk dimuka bumi ini.
Perhatikanlah kata-kata ini anak ku. Pahatkan pada loh-loh batu hatimu, sehingga engkau menjadi bijak dan tidak dipermainkan oleh hidup ini. Karena memang kita harus menjadi tuan atas hidup kita."
By MTA (Made Teddy Artiana)
Cari Artikel di Blog ini
Selamat Datang di Website PA-DKI Plus
PA DKI Plus adalah singkatan dari Pemuda Advent DKI Jakarta & Sekitarnya. "Plus" nya sendiri bisa berarti banyak. Yang pertama plus dalam arti usia, website dan milis PA-DKI seperti kita ketahui, tidak terbatas hanya untuk para orang muda, namun juga pada mereka yang berjiwa muda. Plus yang kedua tentunya dari segi geografi. Website dan milis PA-DKI terbuka untuk semua orang muda dan yang berjiwa muda di seluruh dunia, tidak hanya di DKI Jakarta.
Terima kasih banyak atas kunjungan Anda. Pihak moderator dengan senang hati menerima kiriman artikel rohani, sumber-sumber penting bagi Kepemudaan, berita-berita dari jemaat Anda, beserta gambar-gambarnya. Kirim kan saja ke email: admin@jakartaadventist.org, setelah disunting berita atau artikel Anda akan terpublish di Weblog ini.
Satu yang terakhir namun tetap penting, Milis dan Weblog PA-DKI adalah resmi di bawah naungan Direktur Pemuda Advent Konferens DKI Jakarta & Sekitarnya yang sekarang diemban oleh Pdt. Daniel Rampen.
Salam Pemuda,
Moderator
Tuesday, June 10, 2008
Batuan dan Pohon Ara
Posted by
List
at
12:06 PM
0
comments
Labels: Front
Batu Ajaib
Pada awalnya manusialah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan, kebiasaanlah yang menentukan tingkah laku manusia.Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia tetap rajin membaca. Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas.
Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, iapun berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu. Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila disentuh, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya.
Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja. Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut. Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu. Kini menggenggam dan membuang batu telah menjadi kebiasaannya.
Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun karena ia telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itupun tak luput terbang ke laut dalam. Lelaki miskin itu melanjutkan 'permainannya' memungut dan membuang batu. Ia kini lupa apa yang sedang dicarinya.
--------.) Bila hidup ini hanya rentetan pengulangan yang membosankan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menemukan nilai baru di balik setiap peristiwa hidup.
-.) Setiap hari merupakan hadiah baru yang menyimpan sejuta arti.
Sumber: Sejenak Bijak
Posted by
List
at
10:11 AM
0
comments
Labels: Front
Tuesday, June 3, 2008
Menghadapi Kehilangan
Bersiap menghadapai kehilangan Bila Anda siap MENDAPATKAN, sudahkan Anda juga siap KEHILANGAN? Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Dari mulai marah-marah, menangis, protes pada takdir, hingga bunuh diri.Masih ingatkah Anda pada tokoh-tokoh ternama, yang tega membunuh diri sendiri hanya karena sukses mereka terancam pudar? Barangkali kisah yang saya adaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns berikut ini, dapat memberikan inspirasi.
Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.
Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok," gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank."Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.
Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.
Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal.
Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang. Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru.
Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.
Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi? Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh,bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".
Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan.
Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?
Posted by
List
at
4:58 PM
0
comments
Labels: Front
Friday, May 30, 2008
Si Anak Pincang
Ketika saya masih berada dlm kandungan Ibu, ayah saya ditangkap dengan tuduhan PKI, karena Ibu tidak mampu dan tidak punya pekerjaan, maka ia berusaha untuk melakukan abortus, tetapi rupanya tidak berhasil 100%. Saya lahir tidak dengan tubuh seutuhnya, saya dilahirkan dalam keadaan cacad. Saya hanya memiliki sebuah kaki saja. Rupanya kehadiran saya dari awal mula di dunia ini tidak diharapkan dan juga tidak di inginkan. Dunia ini diciptakan hanya untuk orang sehat dan kaya saja. Tidak ada tempat bagi kami orang miskin, apalagi bagi kami orang cacad, sakit dan miskin..Tiga tahun kemudian Ibu saya bunuh diri, karena mempunyai anak cacad itu; bagi Ibu ini merupakan aib dan beban tugas yang terlalu berat. Saya diambil ke panti asuhan.
Bagi teman-teman saya yang sehat dan yang manis, mereka menemukan rumah tempat tinggal baru, dirumah orang tua angkat mereka, tetapi tidak ada tempat bagi seorang anak cacad dirumah mereka, maklum mereka tidak mau mengambil anak cacad, sebagai anak angkat mereka. Anak cacad hanya akan mengingatkan kepada hal-hal yang jelek dan buruk.
Saya baru bisa jalan dalam usia 5 th, tetapi saya tidak pernah bisa lari, sehingga anak-anak kawan sebaya saya tidak mau mengajak saya turut bermain. Terlinang air mata saya keluar, ketika saya melihat kawan-kawan sebaya saya, mereka bisa bermain dengan orang tua mereka sambil tertawa riang dan ceria, tetapi saya hanya bisa melihat mereka dari jauh sebab tidak ada tempat bagi anak cacad dilingkungan anak-anak sehat.
Apakah Anda bisa membayangkan bagaimana perasaan seorang anak yang tidak pernah mendapatkan belaian kasih sayang? Kami juga manusia yang memiliki rasa haus dan lapar akan kasih sayang, tetapi tidak ada yang mau memberikannya kepada kami, jangankan kasih sayang, sapaan hangat pun tidak pernah kami dapatkan.
Apakah salah apabila saya menangis, karena saya merasa rindu ingin mendapatkan belaian kasih dari seorang Ibu atau seorang ayah yang tidak pernah saya dapatkan ataupun rasakan. Hati ini rasanya sangat pedih sekali, melihat anak-anak lain di belai dengan mesranya oleh Ibu atau Ayah mereka.Saya yakin para pembaca masih bisa mengenang rasa belaian kasih sayang dari Ibu atau Ayah kandung Anda? Walaupun pada saat ini Anda telah dewasa, tetapi saya yakin Anda masih mendambakannya, masih ingin merasakannya sekali lagi, belaian kasih sayang dari Ibu dan Ayah kita!
Tetapi bagaimana perasaan seorang anak yang tidak pernah merasakannya sama sekali apa artinya belaian kasih tsb, yang hanya bisa melihat dari jauh saja, betapa indahnya, betapa bahagianya mereka yang bisa mendapatkan dan merasakan belaian kasih sayang dari seorang Ibu.
Saya juga sangat ingin sekali masuk sekolah, saya juga ingin turut bisa belajar seperti anak-anak lain, tetapi menurut ketua panti asuhan, percuma saja saya sekolah, karena toh dikemudian hari saya tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan. Maklumlah panti asuhan dimana saya tinggal bukannya panti asuhan dari pemerintah. Sebab pada saat ini di sekolahan tidak ada tempat bagi anak miskin maupun anak cacad. Sekolahan pada saat ini hanya untuk anak orang kaya dan hanya untuk anak yang sehat saja.
Permainan sepak bola hanya bisa saya ikuti sebagai penonton saja, walaupun rasanya ingin sekali saya bisa turut merasakan, bagaimana rasanya menendang bola itu, tetapi keinginan ini hanya impian yang tidak akan pernah bisa terwujudkan, karena tidak ada tempat bagi orang cacad dilapangan olah raga.Hati saya merasa nyeri dan merasa seperti di iris-iris kalau saya melihat anak-anak lain naik sepeda atau main sepatu roda, karena untuk anak pincang tidak ada tempat dan kesempatan untuk bisa melakukan semuanya ini.
Ketika saya dewasa, ingin saya mempunyai penghasilan sendiri, tetapi tidak ada tempat dilapangan kerja untuk orang cacad, jangankan untuk orang cacad yang tidak berpendidikan seperti saya untuk orang sehatpun sudah tidak ada lowongan kerja lagi.
Sejak saya lahir sampai dewasa, tidak pernah saya bisa merasakan rasa kasih maupun belaian sayang dari seseorang. Perkataan kasih bagi saya adalah suatu hal yang abstrak yang tidak pernah mungkin bisa saya dapatkan maupun rasakan. Tidak ada tempat untuk kasih dalam dunia anak cacad.
Sebagai seorang cacad yang tidak berpendidikan, hanya ada satu jalan untuk kami ialah menjadi seorang pengemis, saya merasa malu untuk minta-minta, apakah tidak cukup aib dan cemohan yang telah saya terima selama hidup ini? Saya tidak mau mengalami cemohan terus-menerus, maka dari itulah daripada saya dihina lebih baik saya mencari makanan di tong sampah, tetapi pada saat krismon ini; hampir tidak ada sisa makanan yang dibuang, sehingga sering sekali saya tidak bisa makan seharian penuh.Karena dorongan rasa lapar yang tak terhingga, maka akhirnya saya memaksakan diri untuk memakan makanan yang telah busuk dan bau pun, akhirnya saya makan juga hal ini mengakibatkan saya jatuh sakit. Saya jatuh pingsan dan ketika saya bangun terdengar sayup-sayup suara irama musik dan lagu yang indah sekali disatu tempat yang terang....
Dan dalam keadaan sadar dan tidak sadar seakan-akan masih terdengar sayup-sayup suara lembut yang berkata:
"Ketika Aku datang kedunia pun tidak ada tempat bagi-Ku, tetapi di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal."
We all have different loads to bear,
Some heavy and some light;
But those who give their lives to Christ
Can trust He'll make things right.
Resentment comes from looking at others;
contentment comes from looking to God.
Mang Ucup
Email: mang.ucup@gmail.com
Homepage: www.mangucup.org
Posted by
List
at
9:23 AM
0
comments
Labels: Front
Friday, May 23, 2008
Bangkit Dari Keterpurukan
Sumber : Bangkit Dari Keterpurukan oleh Andrew Ho
"Jika Anda mau menerima kegagalan dan belajar darinya, jika Anda mau menganggap kegagalan merupakan sebuah karunia yg tersembunyi dan bangkit kembali, maka Anda memiliki potensi menggunakan salah satu sumber kekuatan paling hebat untuk meraih kesuksesan." ~ Joseph Sugarman
Kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan. Berbagai macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang-orang yang dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa saja menyeret kita dalam keterpurukan. Bila kita melihat ke sekeliling, begitu banyak orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat cukup lama dalam kegelapan, misalnya menjadi pecandu narkoba, budak hutang dan kemiskinan, korupsi atau melakukan tindak kejahatan lainnya lalu dipenjarakan, dan bentuk kemalangan lainnya. Bila kita cukup cerdas dalam menghadapi tantangan kehidupan, bermacam bentuk benturan keras seperti itu seharusnya tidak membuat kita semakin terpuruk. Tantangan kehidupan adalah kesempatan untuk introspeksi diri. Benturan keras dalam kehidupan akan menjadikan kita lebih mulia, jika kita segera sadar atas kekeliruan yang telah dilakukan, kelemahan yang harus diperbaiki, kembali menyusun dan melaksanakan rencana dengan lebih baik.
"Remember the two benefits of failure. First, if you do fail, you learn what doesn't work; and second, the failure gives you the opportunity to try new approach." – Ingatlah 2 keuntungan yang kita peroleh dari kegagalan. Yang pertama adalah mempelajari apa yang tidak berjalan dengan baik; dan kedua adalah menjadi kesempatan bagi kita untuk mencoba pendekatan baru," kata Roger Van Oech. Menurut Roger, tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan. Tokoh-tokoh terkenal dan sukses, misalnya Walt Disney, Soichiro Honda, Thomas Edison, Wright Bros, Fred Smith, Mohamad Ali, Henry Ford, Bill Gates, Steve Jobs, Oprah Winfrey, Christoper Columbus, Anthony Robins, dan lain sebagainya, sudah pernah mengalami keras dan sakitnya kehidupan. Tetapi semua pengalaman pahit tersebut justru membimbing mereka ke gerbang kesuksesan. Kesuksesan mereka bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor pendidikan ataupun modal, apalagi faktor kebetulan. Mereka berhasil lantaran kekuatan dan kecerdasan mereka menghadapi tantangan kehidupan. Menurut Paul G. Stoltz, Phd, dalam bukunya berjudul Adversity Quotient (AQ), ada tiga tipe manusia dalam analogi mendaki gunung:
1. Quitters – orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka semakin terpuruk dalam kemalangan.
2. Campers – orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah dicapai, sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.
3. Climbers – orang-orang yang selalu optimis, berpikir positif dan terus bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan yang mereka inginkan. Contoh dari tipe orang ke tiga adalah orang-orang yang sukses di dunia ini. Selalu memanfaatkan kesempatan untuk maju dan pulih dari keterpurukan adalah ciri khas mereka yang utama. Tak mengherankan jika mereka melalui setiap rintangan dengan tabah, berjuang keras, dan mental yang kuat.
Tantangan kehidupan memang tidak pernah ada habisnya. Tetapi selama kita terus berusaha memperbaiki diri dan strategi ditambah dengan kesadaran spiritual yang lebih dalam, maka kita akan dapat mencapai tujuan tertinggi. "Our greatest glory is not in never falling, but in rising everytime we fail." – Kejayaan tertinggi bukan karena kita tidak pernah jatuh, melainkan karena kita selalu bangkit lagi ketika gagal," cetus Confucius. Oleh sebab itu, perbaiki diri terus-menerus, jangan menunggu sampai kemalangan itu benar-benar datang. Mantapkan keyakinan ketika membuat perencanaan dan menetapkan target yang memungkinkan tercapai. Kemudian langsung melakukan langkah-langkah untuk memastikan hasil maksimal, dengan penuh komitmen dan kerja keras, kecintaan dan semangat. Dengan demikian kita akan memiliki kepekaan sekaligus keseimbangan disaat harus menghadapi tantangan kehidupan yang cukup keras. Mulai detik ini tanyakanlah pada diri sendiri seberapa besar pengaruh positif yang telah Anda dapatkan atas berbagai situasi yang Anda alami? Pastikan tantangan hidup selama ini membawa Anda pada kedewasaan, kebijaksanaan dan kualitas spiritual yang lebih baik. Dengan demikian Anda akan dapat menilai apakah Anda sudah mampu bangkit dan menjadi manusia yang lebih mulia atau belum.[aho]
TUHAN memberkati
Posted by
List
at
4:29 PM
0
comments
Labels: Front
Wednesday, May 14, 2008
Kekuatan Genggaman Tangan
Ada seorang gadis kecil bernama Elina. Suatu hari Elina diajak ayahnya berjalan-jalan. Di tengah perjalanan, mereka harus melalui sebuah jembatan kecil di atas sebuah sungai.
Ayah Elina sedikit khawatir. Ia berkata pada Elina, “Elina, ayo genggam tangan Papa. Biar kamu tidak jatuh ke sungai.”
“Tidak,” tolak Elina. “Seharusnya, Papa yang menggenggam tanganku”.
“Lho, memang apa bedanya?” tanya ayahnya bingung.
“Berbeda sekali, Papa. Jika aku yang menggenggam tangan Papa dan terjadi sesuatu pada diriku, bisa saja genggamanku terlepas. Tapi, jika Papa yang menggenggam tanganku, apapun yang terjadi, aku yakin Papa tidak akan melepaskan genggaman Papa padaku,” jawab Elina.
Ayah Elina sangat terkejut mendengar jawaban dari anaknya. Setelah dipikirkan kembali, ia merasa apa yang dikatakan oleh anaknya sangat benar. Jadi, ia menggenggam tangan anaknya dengan penuh kasih untuk menyeberangi jembatan itu.
Apa arti cerita ini?
Kepercayaan tidak sekedar mengikatkan diri satu sama lain. Namun, kepercayaan harus bisa saling mempersatukan. Jadi, genggamlah tangan orang yang kita sayangi, daripada mengharapkan orang itu menggenggam tangan kita.
(^_^)'Fa
Posted by
List
at
11:28 AM
0
comments
Labels: Front
Wednesday, May 7, 2008
Piring Kayu & Gelas Bambu
Piring Kayu & Gelas Bambu
SEORANG lelaki tua yang baru ditinggal mati isterinya tinggal bersama anaknya, Arwan dan menantu perempuannya, Rina, serta cucunya, Viva yang baru berusia enamtahun. Tangan lelakitua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu.
Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah.
Sebenarnya dia merasa malu seperti itu di depan anak menantu, tetapi dia gagal menahannya. Oleh karena kerap sekali dilirik menantu, selera makannyapun hilang. Dan tatkala dia memegang gelas minuman, pegangannyaterlepas. Praaaaaannnnngggggg!! Bertaburanlah serpihan gelas di lantai dan minuman itu tumpah membasahi taplak. Pak tua menjadi serba salah. Dia bangun, mencoba memungut serpihan gelas itu, tapiArwan melarangnya. Rina cemberut, mukanya masam. Viva merasa kasihan melihatkakeknya, tapi dia hanya dapat melihat untuk kemudian meneruskan makannya.
Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu, ujar sang istri. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." "Esok ayah tak boleh makan bersama kita," Viva mendengar ibunya berkata padakakeknya, ketika kakeknya beranjak masuk ke dalam kamar. Arwan hanya membisu.
Sempat anak kecil itu memandang tajam ke dalam mata ayahnya. Demi memenuhi tuntutan Rina, Arwan membelikan sebuah meja kecil yang rendah, laludiletakkan di sudut ruang makan. Di situlah ayahnya menikmati hidangan sendirian, sedangkan anak menantunya makan di meja makan. Karena sering memecahkan piring, keduanyajuga memberikan piring kayu & gelas bambu untuk si kakek. Viva juga dilarang apabila diamerengek ingin makan bersama kakeknya.Air mata lelaki tua meleleh mengenang nasibnya diperlakukan demikian. Ketika itudia teringat kampung halaman yang ditinggalkan. Dia terkenang arwah isterinya.
Lalu perlahan-lahan dia berbisik: "buruk benar perlakuan anak kita ." Sejak itu, lelaki tua merasa tidak betah tinggal di situ. Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Suatu malam, Viva terperanjat melihat kakeknya makan menggunakan piring kayu,begitu juga gelas minuman yang dibuat dari bambu. Dia mencoba mengingat-ingat, dimanakah dia pernah melihat piring seperti itu. "Oh! Ya..." bisiknya. Vivateringat, semasa berkunjung ke rumah sahabat papanya dia melihat tuan rumah itumemberi makan kucing-kucing mereka menggunakan piring yang sama!"Tak akan ada lagi yang pecah, kalau tidak begitu, nanti habis piring dan mangkukibu," kata Rina apabila anaknya bertanya.Seminggu kemudian, sewaktu pulang bekerja, Arwan dan Rina terperanjat melihat anakmereka sedang bermain dengan kepingan-kepingan kayu. Viva seperti sedang membuatsesuatu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.Begitu mendengar jawaban anaknya, Arwan terkejut. Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Perasaan Rina terusik. Kelopakmata kedua-duanya basah. Jawaban Viva menusuk seluruh jantung, terasa sepertidiiiris pisau. Mereka tersentak, Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtuaini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki, selama ini mereka telah berbuat salah !
Malam itu Arwan menuntun tangan ayahnya ke meja makan. Rina menyendokkan nasi danmenuangkan minuman ke dalam gelas. Nasi yang tumpah tidak dihiraukan lagi. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.
Sumber: Meity
Posted by
List
at
5:11 PM
0
comments
Labels: Front
Monday, May 5, 2008
Berjalan Dengan Keong
Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak.
Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !"Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.Pelankan langkah, tenangkan hati....Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.
Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat memahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalau aku berjalan sendiri dengan cepatnya."He's here and with me for a reason" Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.
Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk bersyukur padanya.Karena ialah yang mengubah hidupmuSaat bertemu orang yang pernah kau cintai, Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.Saat bertemu orang yang pernah kau benci,Sapalah dengan tersenyum.Karena ia membuatmu semakin teguh /kuat.Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,Baik-baiklah berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah engkau berharap ia bahagia?
Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.
Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati..
From : hendra.chen
Posted by
List
at
10:32 AM
0
comments
Labels: Front
Wednesday, April 16, 2008
Merawat Cinta Kita
Robertson Mc Quilkin mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai rektor di Universitas Internasional Columbia dengan alasan merawat istrinya Muriel, yang sakit alzheimer yaitu gangguan fungsi otak.
Muriel sudah seperti bayi, tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk makan, mandi dan buang air pun ia harus dibantu.Robertson memutuskan untuk merawat istrinya dengan tangannya sendiri, karena Muriel adalah wanita yang sangat istimewa baginya.
Pernah suatu kali ketika Robertson membersihkan lantai bekas ompol Muriel dan di luar kesadaran, Muriel malah menyerakkan air seninya sendiri, sehingga Robertson kehilangan kendali emosinya.
Ia menepis tangan Muriel dan memukul betisnya, guna menghentikannya. Setelah itu Robertson menyesal dan berkata dalam hatinya,"Apa gunanya saya memukulnya, walaupun tidak keras, tetapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami menikah, saya belum pernah menyentuhnya karena marah, namun kini di saat ia sangat membutuhkan saya, saya memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan."Tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak, Robertson meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya.Pada tanggal 14 Februari 1995, hari itu adalah hari istimewa untuk Robertson dan Muriel, karena pada tanggal itu di tahun 1948, Robertson melamar Muriel. Pada hari istimewa itu Robertson memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel. Menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa, "Tuhan yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjangmalam dan biarlah ia mendengar nyanyian malaikatMu. Amin."Pagi harinya, ketika Robertson berolahraga dengan menggunakan sepeda statisnya, Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robertson.
Untuk pertama kalinya setelah selama berbulan-bulan Muriel tidak pernah berbicara, memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan bening, "Sayangku ... sayangku ..." Robertson melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu."Sayangku, kau benar2 mencintaiku bukan?" tanya Muriel.
Setelah melihat anggukan dan senyum di wajah Robertson, Muriel berbisik, "Aku bahagia!" Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robertson.
Memelihara dan membahagiakan orang-orang yang berarti dalam hidup kita adalah suatu ibadah di hadapan Tuhan.
Mengurus suami atau isteri yang sudah tidak berdaya adalah suatu perbuatan yang mulia.Mengurus ayah/ibu atau mertua adalah tugas seorang anak ataupun menantu.
Mengurus kakek atau nenek yang sudah renta dan pikun juga adalah tanggung jawab para cucu.Jangan abaikan mereka yang telah renta, apalagi ketika mereka sudah tidak bisa berbuat apa2 lagi.Peliharalah mereka dengan kesabaran dan penuh kasih...
Written by Isak Rickyanto
Posted by
List
at
1:16 PM
0
comments
Labels: Front
Wednesday, April 9, 2008
Kekuatan atau Kelemahan
Alkisah, di sebuah kota kecil di Jepang, terdapat seorang anak yg lengan kirinya buntung, tetapi ia sangat menyukai beladiri judo, dan sudah mengikuti latihan di sebuah dojo.Selama berlatih, sang guru hanya mengajarkan satu jurus saja. Walaupun jurus itu termasuk sukar untuk dikuasai, anak ini merasa tak puas, karena ia melihat murid-murid lainnya mempelajari bermacam-macam teknik. Akhirnya setelah 6 bulan, ia tak kuasa lagi menahan kesabarannya. Lantas ia menemui sang guru; "Sensei, bolehkah aku bertanya? Mengapa selama 6 bulan ini aku hanya berlatih jurus ini saja".
Gurunya hanya menjawab singkat "Karena engkau murid yang istimewa dan hanya jurus ini yang engkau perlukan" Ia tak berani lagi bertanya dan memilih untuk berlatih dengan tekun. Semakin lama jurus itu semakin dikuasainya dan mendarah daging dalam dirinya. Tak ada seorangpun yang semahir dia dalam menggunakan jurus tsb. Setahun kemudian, sang guru menyertakan dirinya dalam kejuaran nasional di ibukota. Walaupun merasa pesimis & minder, ia menuruti permintaan sang guru & mereka berangkat ke ibukota.
Kejuaraan dimulai. Di luar dugaannya, dengan mudah ia bisa menjatuhkan & mengunci lawan-lawannya. Babak demi babak ia lalui, sampai akhirnya ia harus menghadapi juara tahun lalu di babak Final. Walau memakan waktu cukup lama dan menguras tenaganya, lagi-lagi ia berhasil memenangkan pertandingan. Dalam perjalanan pulang, sembari membahas & mengevaluasi pertarungannya, sang anak bertanya kembali "Sensei, saya heran, mengapa hanya bermodal satu jurus ini saja saya bisa memenangi pertandingan. Saya masih belum mengerti ucapan Sensei dulu, apa istimewanya saya dan mengapa hanya satu jurus ini?"Sang Sensei tersenyum & berkata; "Muridku, Cara bertarung setiap orang adalah unik, tergantung dari kekuatan & kelemahannya. Praktisi beladiri perlu mempelajari berbagai teknik & jurus sampai akhirnya ia menemukan kekuatan & kelemahannya dan akhirnya memilih teknik & jurus yang sesuai, yaitu teknik2 yg memanfaatkan kekuatanya dan menutupi kekurangan atau bahkan mengubahnya sebagai kekuatan"."Engkau istimewa, karena kekuranganmu sudah jelas. Sehingga tak perlu engkau menghabiskan waktu mempelajari berbagai jurus & teknik yang sudah pasti tidak engkau perlukan. Dan jurus itu paling cocok bagimu, karena selain jurus tersebut salah satu jurus tersulit dalam Judo, satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan mengunci lengan kirimu".
Kadang orang mengira bahwa kekurangannya merupakan hukuman, kutukan dan menyesalinya. Padahal, di dunia ini banyak sekali terdapat kemungkinan dan tak mungkin semuanya diraih. Orang-orang yg memahami kekurangannya seharusnya bisa menyadari hal2 yang mustahil ia lakukan dan tak membuang waktu percuma untuk mengejarnya. Dan orang-orang yang juara adalah orang2 yang menggunakan semaksimal kekuatannya dan juga berhasil menggunakan kelemahannya juga sebagai kekuatan.
Sumber: Sejenak Bijak
Posted by
List
at
4:58 PM
0
comments
Labels: Front
Wednesday, April 2, 2008
Shay, si Anak Cacat
Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu.
Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:
'Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? 'Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu.
Ayah tersebut melanjutkan: "Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti Shay, yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan dia"Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:
Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,"Apakah kau pikir mereka akan membiarkanku ikut bermain?" Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak.
Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, "kami telah kalah 6 putaran dan sekarang sudah babak kedelapan. Aku rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti'Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.
Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya danbermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu. Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya.
Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka?Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay.Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan tidak tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar, apalagi berhubungan dengan bola itu.
Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju kedalam arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan menangmereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa langkah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak dengan bola itu. Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput. Pitcher tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melempar bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher.
Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan berakhir.Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman pertama, jauh dari jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak, "Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!". Tidak pernah dalam hidup Shay sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama. Shay tertegun dan membelalakkan matanya.Semua orang berteriak, "Lari ke base dua, lari ke base dua!"Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia terlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua. Pada saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegang bola itu di tangannya. Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua. Namun pemain ini memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga. Shay berlari menuju base ketiga.
Semua yang hadir berteriak, "Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay"Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh. Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para penonton yang berdiri mulai berteriak, "Shay, larilah ke home, lari ke home!". Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang hero yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya, para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai kemanusiaan kedalam dunia.Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana dia telah menjadi seorang hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang pahlawan kecilnya.
Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.
Catatan kaki:
Kita sering mengirim ribuan jokes lewat email tnp pikir panjang, namun bila kita harus mengirimkan mail tentang pilihan dalam hidup, kita seringkali ragu. Kejadian-kejadian vulgar, kasar dan mengerikan acap terjadi dalam hidup ini,namun pembicaraan tentangnya seolah tertelan waktu, baik itu di lingkungan pendidikan atau kerja.
Jika Anda berpikir untuk forward email ini, kemungkinannya Anda akan memilih daftar orang-orang dari email address Anda yang Anda pikir layakuntuk menerima email Anda. Ingatlah, bahwa orang yang mengirimi Anda email ini berpikir bahwa kita semua dapat membuat perbedaan.Kita semua mempunyai banyak pilihan dalam hidup setiap harinya untuk dapat memahami "kejadian alami dalam hidup". Begitu banyak hubungan antar 2manusia yang kelihatan remeh, sebenarnya telah meninggalkan 2 pilihan bagi kita:
Apakah kita telah meninggalkan cinta dan kemanusiaan atau, Apakah kita telah melewatkan kesempatan untuk berbagi kasih dengan mereka yang kurang beruntung, yang menyebabkan hidup ini menjadi dingin?
Sumber: Sejenak Bijak
Posted by
List
at
3:55 PM
0
comments
Labels: Front
Monday, March 17, 2008
Memberi Apa yang Bisa Diberi
Pada masa ketika tembok Berlin masih berdiri, ada beberapa orang Berlin Timur yang memutuskan untuk mengirim "bingkisan" kepada tetangga mereka di Berlin Barat. Mereka mengisi sebuah truk pengangkut tanah dengan barang-barang yang tidak diinginkan, seperti, sampah, puing-puing bangunan, dan banyak lagi barang yang menjijikkan yang dapat mereka temukan. Mereka dengan tenang membawa bingkisan itu melintasi perbatasan, mendapat izin untuk lewat, dan mengirimkan bingkisan tersebut dengan membuangnya di kawasan Berlin Barat. Tidak sulit untuk menduga bahwa orang Berlin Barat tersinggung karenanya dan berpikir untuk memberikan balasan yang setimpal. Orang langsung mulai menawarkan gagasan-gagasan mereta tentang cara membalasa perbuatan tak terpuji itu.
Tiba-tiba ada seorang bijak datang ke tengah mereka yang sedang mengumbar nafsu amarah. Ia menawarkan sesuatu yang benar-benar berbeda. Yang sangat mengherankan, orang menanggapi saran tersebut dengan senang hati dan mulai mengisi sebuah truk sampai penuh dengan barang-barang yang terhitung langka di kawasan Berlin Timur. Pakaian, makanan, obat-obatan, semua dinaikkan ke dalam truk.
Mereka membawa truk bermuatan penuh itu melintasi perbatasan, kemudian dengan hati-hati membongkar dan menyusun barang-barang berharga itu di tanah, dan meninggalkan sebuah pesan yang berbunyi, "Setiap orang memberi sesuai dengan kemampuannya untuk memberi." Kita dapat membayangkan bagaimana reaksi mereka yang melihat "bingkisan balasan" itu serta pesan yang tertulis bagi mereka. Perasaan mereka campur-aduk. Terkejut. Malu. Kehilangan kepercayaan diri. Bahkan mungkin ada yang menyesal. Yang kita berikan kepada orang lain merupakan sebuah pesan yang jelas sekali mengenai siapa kita. Cara kita menanggapi perbuatan tidak ramah, perbuatan tidak adil, atau sikap tidak tahu terima kasih juga mencerminkan karakter kita yang sesungguhnya.
(Glenn Van Ekeren, 12 Simple Secret of Happyness)
Posted by
List
at
5:12 PM
1 comments
Labels: Front
Thursday, February 28, 2008
PAL (Perbekalan dan Perlengkapan) Gunung-Hutan - BAGIAN III
PAL (Perbekalan dan Perlengkapan) Gunung-Hutan - BAGIAN III (Terakhir)
PERBEKALAN
1. Bahan bakar :
- Parafin apabila menggunakan kompor paraffin, secukupnya, kira-kira
2 box untuk 3 hari.
- Spiritus apabila menggunakan kompor spiritus/trangia.
- gas tidak d sarankan
2. Lilin secukupnya (3-4 batang).
3. Korek/pemantik d sarankan membawa kedua jenis sebagai alternative.
4. Perbekalan makanan
- makanan utama disarankan yang tahan lama, mudah dimasak, tidak menggunakan banyak air, tidak makan tempat, mudah d packing, banyak jenisnya/tidak monoton, sedikit limbah, cocok dengan selera, cocok dengan kemampuan kantong.
- snack d sarankan makanan manis.
5. Perbekalan medis obat2an pribadi, perlengkapan hygienis pribadi.
Posted by
List
at
11:49 AM
0
comments
Labels: Front
Monday, February 25, 2008
PAL (Perbekalan dan Perlengkapan) Gunung-Hutan - BAGIAN II
PAL (Perbekalan dan Perlengkapan) Gunung-Hutan - BAGIAN II
6. Perlengkapan makan/masak :
- sendok, garpu, pisau kecil
- misting jatah TNI, 1 set isi 3 buah
- kompor paraffin
- korek/pemantik d sarankan membawa kedua jenis, korek dan pemantik
Alternative perlengkapan masak
- Trangia banyak ukuran dan pilihan, agak lebih mahal, bahan bakar spiritus, lebih bersih, tapi bahan bakar cair (mudah rusak).
- kompor gas sanagt tidak disarankan, lebih lama, bahan bakar susah penanganan, limbah tidak efisien (tabung gas), mudah rusak, tidak tahan angin.
7. Golok kuat, tidak karatan, tajam/sudah d asah, memiliki sarung, bahan gagang tidak menyatu dengan golok (sama-sama besi)/dilapisi lagi.
8. Senter kuat, tahan air, bias menggunakan headlamp sebagai tambahan, jangkauan luas, tidak boros (perlu baterai banyak), dan mudah d packing (jangan terlalu besar).
9. Webbing disarankan Tubular (webbing seperti tube/2 lapis), usahakan dengan panjang standar -/+ 4,5 m – 5 m.
10. Alas tidur matras, banyak jenisnya, usahakan cocok dengan kemampuan kantong untuk membeli.
11. Perlengkapan Navigasi dan alat tulis :
- Kompas di sarankan kompas bidik, minimal skala 2, bukan dangdut
- Busur plastic lentur/ tidak mudah patah
- pensil, penggaris, penghapus
- alat tulis dengan beberapa warna dsarankan membawa spidol kecil 3 warna.
- writing board mempermudah proses navigasi dan menulis d segala medan
- catatan kecil/ block note
12. Perlengkapan ibadah :
- Alkitab, lagu sion, sekolah sabat di sarankan sebagai perlengkapan wajib.
13. Tali Pramuka kuat, d sarankan tali bendera, usahakan tidak terbuat dari bahan sintetis/nylon (mempermudah penggunaan mudah perawatan, tidak gampang terburai), -/+ 10 meter.
14. Tali plastic tali disposable, akan dipotong untuk berbagai macam keperluan, tali raffia juga bisa.
15. Kontainer air minimal kapasitas 3 liter, jerigen, botol air mineral, atau hydropack, cukup kuat.
16. Pisau pinggang pisau kecil serbaguna, untuk memasak atau keperluan lain, tidak disarankan menggunakan bayonet.
17. kantung plastic tempat sampah dan untuk packing.
Posted by
List
at
3:21 PM
0
comments
Labels: Front
Tuesday, February 19, 2008
Perbekalan dan Perlengkapan Gunung-Hutan - BAGIAN I
PAL (Perbekalan dan Perlengkapan) Gunung-Hutan - BAGIAN I
Master Guide Reinforcement II
Perlengkapan
1. Ransel / Carrier kapasitas minimal 50 liter, kuat, mempunyai frame, disarankan menggunakan produk dari produsen outdoor gear yang jelas (menghindari kualitas jelek mudah rusak).
2. Pakaian lapangan :
- Topi lapangan / topi rimba topi bulat, dengan tali pengkikat
- baju/ kemeja lapangan tangan panjang, dengan kantong dada
- celana lapangan bukan jeans, kuat (disarankan katun), dengan kantong samping
- kaus kaki lapangan cukup tebal, dan tinggi (di atas mata kaki )
- sepatu lapangan sepatu tracking, kuat (disarankan sudah dijahit keliling)
- kacu cukup lebar untuk keperluan serbaguna.
3. Pakaian cadangan : 1 set saja /secukupnya (jangan terlalu banyak)
- kemeja lapangan
- celana lapangan
- kaus kaki
- pakaian dalam
4. Perlengkapan tidur : 1 set saja / jangan terlalu tebal supaya tidak makan tempat
- kaos tangan panjang hangat, tapi jangan terlalu tebal
- celana panjang/training hangat, tapi jangan terlalu tebal
- kaos kaki tebal, tinggi
- sarung tangan
- kupluk/balaclava usahakan balaclava (menutup muka hingga leher)
- sarung di sarankan sebagai pengganti sleeping bag (ringkas dan mudah)
- sleeping bag disarankan tidak terlalu tebal/makan tempat packing.
5. Poncho
sangat tidak disarankan untuk menggunakan poncho plastik sekali pakai / disposable. Usahakan kuat dan cukup lebar, di sarankan jatah TNI.
BERSAMBUNG KE BAGIAN II - Keep your eyes on the blog!
Posted by
List
at
11:03 AM
0
comments
Labels: Front
Friday, January 11, 2008
Master Guide Reinforcement, 19-23 Maret 2008
Tempat masih tentative antara:
Ciherang, Jawa Barat atau Situ Lembang, Bandung.
Ikuti terus perkembangannya di milis PA-DKI maupun Konferens-DKI
PA-DKI: padki@yahoogroups.com
Konferens-DKI: konferens-dki@yahoogroups.com
Website: http://padkiplus.blogspot.com
Atau hub: Sekretaris Dept. PA Konferens DKI:
021-83703159; 83703160
Terima kasih atas perhatian kita semua, Tuhan memberkati.
Posted by
List
at
5:11 PM
0
comments
Labels: Front
Tuesday, December 11, 2007
Andakah Orangnya?
Hello teman-teman PADKI! Blog (diary online) ini butuh beberapa kontributor yang berbakat sebagai penulis apa saja: Bisa berita dari jemaat kamu, kesaksian, puisi, lagu, dll. Bahkan juga kalau ada kejadian-kejadian menarik beserta fotonya!
Syaratnya mudah, yang penting harus seorang Pemuda/i Advent, bisa akses internet minimal 3 kali per minggu, dan mempunyai hobby menulis.
Silahkan kirim email ke alamat: philiplist.padki@blogger.com bila kamu berminat! Terima kasih atas perhatiannya!
Posted by
List
at
3:04 PM
0
comments
Labels: Front
ARTIKEL: Bagaimana Berkhotbah
BAGAIMANA BERKOTBAH DENGAN PENUH KUASA?
Bahan pelajaran asli dari Pdt. Andreas Samudera. Disadur dan diadaptasi dan diperkembangkan oleh Pdt. Sammy Lee
victoryglobalvision@gmail.com
Bahan ‘Bagaimana Berkhotbah’ ini dipersiapkan untuk melatih pekerja-pekerja Rumah Doa segala Bangsa agar mereka mampu berkhotbah dengan penuh kuasa. Disini diberikan syarat-syarat dan kaidah-kaidah yang perlu diketahui dan dijiwai oleh seorang yang ingin menjadi pengkhotbah yang berkuasa. Bahan ini masih merupakan garis besar saja yang masih perlu diuraikan secara lebih luas dan ditambahi dengan contoh-contoh pendek agar lebih jelas. Namun bagi mereka yang ingin mempergunakannya sebagai bahan latihan bagi pekerja gereja Tuhan, anda dapat mempergunakannya dengan menambahkan inovasi sendiri.
Bahan ini dibagikan dalam 4 bagian yang dibawakan selama 4 sesi, menjadi semacam kursus dengan praktek langsung pada setiap sesinya. Peserta dapat dibagi dalam kelompok-kelompok 4 orang atau sebanyak-banyaknya 6 orang. Pada setiap sesi peserta diberi waktu 10 sampai 15 menit untuk praktek berkhotbah secara bergilir, sementara yang lain mengisi daftar penilaian terhadap pembicara. Hasil penilaian ini diberikan langsung kepada pembicara agar ia tahu apa pendapat orang lain terhadap penyampaiannya.
Anda boleh memakai bahan ini dengan bebas, dengan syarat anda mau sekedar memberitahukan kami dengan singkat ke alamat e-mail: victoryglobalvision@gmail.com
Juga kami meminta pendapat dan saran anda bila anda telah memakainya, agar kami dapat memperbaiki untuk penggunaan yang lebih baik dikemudian hari.
!doctype>